Senin, 19 April 2010

kami akan ganti baju...visi sama

Blog FORUM ARSITEK KEPRI segera akan berganti baju menjadi DE GALERY, buletin arsitektur on line yang ditaja oleh Bidang Sinfar Ikatan Arsitek Indonesia Daerah Kepri. Tentunya ini akan menambah semarak dan gayengnya forum komunikasi di dalam IAI kepri. Komitmen bahwa komunikasi sebagai kata kunci untuk kebersamaan semoga tetap menjadi acuan bagi semua penggiat IAI kepri. Harus diakui bahwa blog ini sekian lama vakum, namun toh harus juga disadari bahwa sebuah perjalanan ada saatnya ngaso untuk mengumpulkan energi positif kemudian melompat beberapa jauh kedepan....salam arsitektur


dipo

penggiat forum

Rabu, 13 Agustus 2008

SAYEMABARA DESAIN TATA RUANG JODOH NAGOYA-BATAM


Sesuai dengan edaran dari PU Pusat yang disebarkan oleh Dinas Tata Kota Kota Batam, bakal diadakan sayembara desain tata ruang dan kebetulan Batam menjadi salah satu wilayah yang dikaji . kawasan Jodoh Nagoya menjadi pilihan untuk loaksi sayembara desain tata ruang, disamping ada beberapa lokasi di indonesia : Bali, Medan, Sulawesi, Kalimanatan. (lihat di www. penataanruang.net)

Tentunya, forum Komunikasi Arsitek Kepri boleh sedikit berbangga, karena ususlan lomba tata ruang ini sebenarnya salah satu usulan dari Forum Kepada dinas tata kota Batam, (bisa dilihat pada posting tangga 28 Februari 2008). Oleh dinas tata kota -Kota Batam usulan tersebut di presentasikan pada tingkat lebih tinggi dan alhamdulillah menjadi agenda PU pusat.

Sampai saat ini baru (ketauan) 2 kelompok yang ikut sayembara dari Forum, yakni kelompok Sdr. R. Agung Sedayu dan Kelompok Sdr. Nurul Huda Ananta. Tentunya perlu kita dukung kedua kelompok tersebut, apapun nanti hasilnya. Namun yang lebih penting bahwa forum sebagai penggagas tidak 'cuci tangan' (tinggal glanggang colong playu).

ada beberapa agenda yang masih perlu terus kita dukung :

1. Usulan Forum terhadap pembentukan Dewan Kota/Dewan Penasehat Arsitektur Kota.
2. Rencana forum untuk membikin kawasan binaan . Pada saat ini PU Pusat sudah
menggelontorkan Program seperti P2KP dari dengan dukungan Bank Dunia, dengan sasaran
pulau-pulau terpencil di sekitar Kepri. Alangkah cantiknya bila forum bisa berkolaborasi
dengan apa dan siapa saja untuk memberikan yang terbaik bagi sesama
3. Pemikiran-pemikiran kritis terhadap berbagai kebijakan Pemerintah berkaitan dengan tata
ruang, regulasi lahan, dan lain-lain harus tetap kita telorkan sebagai penyeimbang.


terima kasih


Dipo
penggiat forum

Jumat, 25 April 2008

NDESO...?

NDESO
oleh : Ika S. Creech *

Deso (baca ndeso) itulah sebutan untuk orang yang norak, kampungan, udik, shock culture, countrified dan sejenisnya. Ketika mengalami atau merasakan sesuatu yang baru dan sangat mengagumkan, maka ia merasa takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus menikmati dan tidak ingin lepas, kalau perlu yang lebih dari itu. Kemudian ia menganggap hanya dia atau hanya segelintir orang yang baru merasakan dan mengalaminya. Maka ia mulai atraktif, memamerkan dan sekaligus mengajak orang lain untuk turut merasakan dan menikmatinya, dengan harapan orang yang diajak juga sama terkagum-kagum sama seperti dia.

Lebih dari itu ia berharap agar orang lain juga mendukung terhadap langkah-langkah untuk menikmatinya terus-menerus. Hal ini biasa, seperti saya juga sering mengalami hal demikian, tetapi kita terus berupaya untuk terus belajar dari sejarah, pengalaman orang lain, serta belajar bagaimana caranya tidak jadi orang norak, kampungan alias deso.
Semua kampus di Jepang penuh dengan sepeda, tak terkecuali dekan atau bahkan Rektorpun ada yang naik sepeda datang ke kampus. Sementara si Pemilik perusahaan Honda tinggal di sebuah apartemen yang sederhana. Ketika beberapa pengusaha ingin memberi pinjaman kepada pemerintah Indonesia mereka menjemput pejabat Indonesia di Narita. Dari Tokyo naik kendaraan umum, sementara yang akan dijemput, pejabat Indonesia naik mobil dinas Kedutaan yaitu mercy.

Ketika saya di Australia berkesempatan melihat sebuah acara seremoni dari jarak yang sangat dekat, dihadiri oleh pejabat setingkat menteri, saya tertarik mengamati pada mobil yang mereka pakai merk Holden baru yang paling murah untuk ukuran Australia . Yang menarik, para pengawalnya tidak terlihat karena tidak berbeda penampilannya dengan tamu-tamu, kalau tidak jeli mengamati kita tidak tahu mana pengawalnya.

Di Sidney saya berkenalan dengan seorang pelayan restoran Thailand . Dia seorang warga negara Malaysia keturunan Cina, sudah selesai S3, sekarang lagi mengikuti program Post Doc. Dia anak serorang pengusaha yang kaya raya. Tidak mau menggunakan fasilitas orang tuanya malah jadi pelayan. Dia juga sebenarnya dapat beasiswa dari perguruan tingginya.
Satu bulan saya di Jepang tidak melihat orang pakai HP Communicator, mungkin kelemahan saya mengamati. Dan setelah saya baca koran ternyata konsumen terbesar HP communicator adalah Indonesia . Sempat berkenalan juga dengan seorang yang berada di stasiun kereta di Jepang, ternyata dia anak seorang pejabat tinggi negara, juga naik kereta. Yang tak kalah serunya saya juga jadi pengamat berbagai jenis sepatu yang dipakai masyarakat Jepang ternyata tak bermerek, wah ini yang deso siapa yaa?

Sulit membedakan tingkat ekonomi seseorang baik di Jepang atau di Australia , baik dari penampilannya, bajunya, kendaraannya, atau rumahnya. Kita baru bisa menebak kekayaan seseorang kalau sudah tahu pekerjaan dan jabatannya di perusahaan. Jangan-jangan kalau orang Jepang diajak ke Pondok Indah bisa pingsan melihat rumah segitu gede dan mewahnya. Rata-rata rumah di sana memiliki tinggi plafon yang bisa dijambak dengan tangan hanya dengan melompat. Sehingga duduknyapun banyak yang lesehan.

Sampai akhir hayatnya Rasulullah tidak membuat istana Negara dan Benteng Pertahanan (khandaq hanyalah strategi sesaat, untuk perang Ahzab saja), padahal Rasulullah sudah sangat mengenal kemewahan istana raja-raja negara sekelilingnya, karena beliau punya pengalaman berdagang. Ternyata beliau tidak menjadi silau terus ikut-ikutan latah ingin seperti orang-orang. Lalu dimana aktivitas kenegaraan dilakukan? Mengingat beliau sebagai kepala negara. Jawabannya ya di masjid.

Beliau punya banyak jalan yang legal untuk bisa membangun istana. Di Mekkah nikah dengan janda kaya, di Madinah jadi kepala negara, punya hak prerogatif dalam mengatur harta rampasan perang dan ada jatah dari Allah untuk dipergunakan sekehendak beliau, belum hadiah dari raja-raja. Tetapi mengapa beliau sering kelaparan, ganjal perut dengan batu, puasa sunnah niatnya siang hari, shalat sambil duduk menahan perih perut dan seterusnya?

Ketika Indonesia sedang terpuruk, hutang lagi numpuk, rakyat banyak yang mulai ngamuk, negara sedang kere, banyak yang antri beras, minyak tanah, minyak goreng dll. Maka harga diri kita tidak bisa diangkat dengan medali emas turnamen olah raga, sewa pemain asing, banyak seremonial yang gonta-ganti baju seragam, baju dinas, merek mobil, proyek mercusuar, dll, dsb, dst.

Bangsa ini akan naik harga dirinya kalo utang sudah lunas, kelaparan tidak ada lagi, tidak ada pengamen dan pengemis, tidak ada lagi WTS (Wanita Tidak Sholat, di Malaysia "Wanita Tak Senonoh") , angka kriminal rendah, korupsi berkurang, punya posisi tawar terhadap kekuatan global. Maka orang Deso (alias norak) tidak mampu mengatasi krisis karena tidak bisa menjadikan krisis sebagai paradigma dalam menyusun APBD dan APBN. Nah, karena yang menyusun orang-orang norak maka asumsi dan paradigma yang dipakai adalah negara normal atau bahkan mengikut negara maju.

Bayangkan ada daerah yang menganggarkan sepak bola 17 milyar sementara anggaran kesra-nya 100 juta, wiiieh!

Akhirnya penyakit norak ini menjadi wabah yang sangat mengerikan dari atas sampai bawah :
  • Orang bisa antri raskin sambil pegang HP
  • Pelajar bisa nunggak SPP sambil merokok
  • Orang tua lupa siapkan SPP, karena terpakai untuk beli tv dan kulkas
  • Orang bule mabuk krn kelebihan uang, orang kampung mabuk beli minuman patungan
  • Pengemis bisa pake walkman sambil goyang kepala
  • Para pengungsi bisa berjoged dalam tendanya
  • Orang beli gelar akademis di ruko-ruko tanpa kuliah
  • Ijazah S3 luar negeri bisa di beli sebuah rumah petakan gang sempit di Cibubur
  • Kelihatannya orang sibuk ternyata masih sering keluar masuk McDonald
  • Kelihatannya orang penting, ternyata sangat tahu detail dunia persepakbolaan.
  • Kelihatan seperti aktivis tapi habis waktu untuk mencetin HP
  • 62 tahun merdeka, lomba-lombanya masih makan kerupuk saja
  • Agar rakyat tidak kelaparan maka para pejabatnya dansa dansi di acara tembang kenangan.
  • Agar kampanye menang harus berani sewa bokong-bokong bahenol ngebor
  • Agar masyarakat cerdas maka sajikan lagu goyang dombret dan wakuncar
  • Agar bisa disebut terbuka maka harus bisa buka-bukaan
  • Agar kelihatan inklusif maka hrs bisa menggandeng siapa saja, kalo perlu jin Tomang jg digandeng.
Yang lebih mengerikan lagi adalah supaya kita tidak terlihat kere, maka harus bisa tampil keren. Makin kiamatlah kalo si kere tidak tahu dirinya kere.

* Penulis adalah Putra Indonesia Asli, kini bertempat tinggal di Paris , Perancis dan bekerja sebagai Pembawa Acara di salah satu stasiun di Perancis.

Jumat, 18 April 2008

UNDANGAN SILAHTURAHMI

Sehubungan dengan adanya berbagai permasalahan yang dihadapi anggota IAI dalam menjalankan perannya sebagai arsitek , dengan ini kami Forum Komunikasi Arsitek Kepri mengundang seluruh Pengurus dan Anggota dalam Acara Silahturahmi bersama untuk memecahkan berbagai persoalan, yang akan dilaksanakan pada :

Hari : Sabtu

Tanggal : 19 April 2008

Tempat : Gedung Pusat Informasi Haji (PIH) Batam Centre

Jam : 13.30-selesai

Demikian undangan ini, atas perhatian dan kehadiranya diucapkan terima kasih.

FORUM KOMUNIKASI ARSITEK KEPRI

Koordinator Sekretaris

Ir. Supriyanto, MT R. Agung Sedayu



PROPOSAL SILAHTURAHMI FORUM KOMUNIKASI ARSITEK KEPRI

DENGAN PENGURUS IAI KEPRI


A. LATAR BELAKANG

Arsitek sebagai warga Negara yang sadar akan panggilan untuk memelihara pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan serta peradaban manusia, senantiasa belajar mengabdikan keahlian serta pengetahuan melalui berbagai cara pendekatan, pemikiran yang arif dan bijak, sesuai dengan hakikat kemanusiaan, demi tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa, umat manusia, bangsa, Negara, dan profesi. Dalam menjalankan fungsi dan peranya, arsitek berhimpun dalam satu organisasi yang bernamakan Ikatan Arsitek Indonesia.

Sampai saat ini, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) adalah satu satunya lembaga yang sah untuk mewadahi arsitek di indonesia. Tentunya hal itu tidak lepas dari betapa penting dan demikian luhur visi dan misi yang diemban IAI. Seyogyanya IAI mampu memberi arti terhadap anggota , mampu menjadi patner pemerintah selaku pemegang otoritas regulasi, dan menjadi nara sumber bagi masyarakat mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan lingkungan binaan .

Dalam kondisi ini IAI Kepri harus mempunyai gerakan yang nyata dan aktif dalam mensikapi dinamika perubahan yang terjadi yang sampai saat ini dirasakan belum maksimal menjalankan perannya.

IAI hanyalah wadah, dan arsitek sebagai anggotanya harus mampu memberikan warna dan dinamika terhadap keberadaan IAI itu sendiri. Keberadaan Forum Komunikasi Arsitek Kepri merupakan wujud keprihatinan dari anggota IAI Kepri terhadap minimnya peran IAI Kepri dari sisi sebagai patner masyarakat yang lebih riil, menyangkut pelayanan perijinan, pemberdayaan masyarakat, pengkajian budaya , peningkatan kemampuan anggota , sehingga perlu adanya komunikasi bersama untuk menemukan jalan keluarnya

B. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud utama tentu silahturahmi, sebagai bahasa pengikat dalam suasana yang digagas sedikit formal namun tidak kaku, dan tentunya tetap dalam nuansa persaudaraan yang egaliter.

Diharapkan dari silahturahmi ini, tujuan utama sebagai anggota IAI yang peduli dan prihatin dengan kondisi IAI dan pengurus saling membuka hati

C. TEMPAT

PIH ( Pusat Informasi Haji) Batam Centre

D. WAKTU

Hari : Sabtu, 19 April 2008

Jam : 14.00-18.00 WIB

E. PESERTA

1. Anggota Forum komunikasi Arsitek Kepri

2. Pengurus IAI Kepri

3. Undangan

F. SUSUNAN PANITIA

1. Koordinator Forum Komunikasi Arsitek KEPRI : Supriyanto

2. Koordinator Bidang Isu dan permasalahan arsitektur : Arif Abadi

3. Koordinator Bidang Kajian Arsitektur : Wulung Dahana

4. Koordinator Bidang Pemberdayaan : Ign. Gunawan Prasetyo

5. Sekretaris Forum Komunikasi Arsitek Kepri : R. Agung Sedayu

6. Bendahara : Dini Muldini S

7. Humas : Nurul Huda Anasta, ST

G. SUSUNAN ACARA SILAHTURAHMI

13.30 – 14.00 Registrasi peserta

14.00 – 14.10 Pembukaan acara oleh MC

14.10 – 14.20 Sambutan oleh Koordinator Forum Komunikasi Arsitek

Kepri

14.20 – 14.40 Presentasi tentang Forum Komunikasi Arsitek Kepri

14.40 – 15.40 Diskusi Sesion I

15.40 – 16.00 Coffe break dan sholat asyar

16.00 – 16.30 Diskusi Sesion 2

16.30 – 17.00 Perumusan diskusi dan rekomendasi

17.00 – 17.15 Salam-salaman dan penutup

Batam, 15 April 2008

Forum Komunikasi Arsitek Kepri

Koordinator Sekretaris

Supriyanto R. Agung Sedayu


Jumat, 11 April 2008

STRUKTUR ORGANISASI FORUM ARSITEK KEPRI

Meskipun dari awal sudah diniatkan bahwa forum ini biarlah menjadi cair adanya agar mampu berbentuk dan suai dengan apapun, namun untuk organisme yang lebih baik , diputuskan pada pertemuan forum 9 April 2008 di Bandung resto disusun sebuah struktur tukang urus forum.

Koordinator Forum Arsitek Kepri : Ir. Supriyanto, MT

Sekretaris forum : R. Agung Sedayu, ST

Bendahara : Dini Muldini S, ST


Koordinator Bidang Isu dan permasalahan arsitektur: Ir. Arif Abadi

Koordinator Bidang Kajian arsitektur: Ir. Wulung Dahana

Koordinator Bidang Pemberdayaan dan pengabdian masyarakat: Ir. Ign. Gunawan prasetyo

Humas : Nurul Huda Anasta, ST

Rabu, 02 April 2008

TANGGAPAN FORUM TENTANG PEMBANGUNAN APARTEMEN DI BALOI

Sebagai mana diberitakan dalam sebuah Surat kabar local yang terbit di Batam (Tribun Batam dan Batam Pos pada hari Senin 31 Maret 2008) , tentang keberatan warga di wilayah Baloi tentang pembangunan apartemen 26 lantai di samping BCS Mall. Warga keberatan karena selaku penghuni lama merasa terganggu dengan proses pembangunan (saat ini sedang dalam pembuatan pondasi bored pile). Salah satunya karena terjadi pembongkaran portal dan taman lingkungan.

Alangkah baiknya apabila kita melihat kasus ini secara obyektif dan dengan fikiran jernih. Pembangunan apartemen atau hunian vertical sudah menjadi trend di kota besar di Indonesia. Di Jakarta dan kota besar lainnya ( Medan, Surabaya, bandung misalnya) puluhan ribu unit apartemen di lepas ke pasar dengan sambutan yang sangat positif. Batam pun sebagai kota yang sedang berkembang dengan sebutan kota metropolis, tidak lepas dari trend property tersebut. Apartemen 20 lantai di Proyek Imperium superblock meruapakan salah satu pengusung trend tersebut dan pengembangan lain juga mengikuti. Memang solusi yang paling baik untuk mengatasi keterbatasan lahan adalah dengan membangun secara vertical/bertingkat.

Namun perlu dicermati bahwa membangun vertical adalah memerlukan perencanaan yang matang dan melibatkan berbagai bidang teknik. Selain itu juga perlu diperhatikan dengan dampak terhadap lingkungan.

Pada kasus pembangunan apartemen di baloi , sebagaimana dilaporkan oleh harian Tribun Batam, terjadi penyerobotan fasilitas dan ruang public ( pembongkaran portal dan penggusuran taman lingkungan.

Padahal sesuai peraturan dalam pembangunan berskala besar harus dibuat AMDAL ( Analisa mengenai Dampak Lingkungan ), yang mengkaji tentang pengaruh pembangunan terhadap lingkungan baik secara ekonomi, social budaya maupun secara teknis. Salah satu proses amdal adalah sosialiasi tentang proyek tersebut kepada masyarakat sekitar, sehingga apabila ada masalah yang berkaitan dengan beban lingkungan sudah dapat di diskusikan terlebih dahulu.

Perlu juga dikaji apakah rencana pembangunan apartemen di wilayah baloi sudah sesusi dengan Rencana tata ruang yang ada? Hal ini berkaitan dengan peruntukan lahan, dan hal – hal teknis yang berkaitan dengan peraturan ketinggian bangunan, Koefisien dasar bangunan dan lain sebagainya , dimana hal tersebut akan merupakan satu kesatuan dengan perencanaan yang komprehensif.

Disamping itu juga perlu diperhatikan terhadap beban terhadap utilias lingkungan. Apartemen 26 lantai paling sedikit akan mempunyai 300 unit apartemen. Apalah sudah dilakukan kajian terhadap daya dukung drainase dilingkungan tersebut, karena pembuangan limbah rumah tangga akan melalui saluran yang sudah ada. Jangan sampai problem banjir yang mendera Kota batam selama musim hujan dan sampai saat ini belum ada tanda-tanda ditemukan solusi yang tepat, akan diperparah dengan pembangunan yang tidak tanggap dengan problem lingkungan. Masih segar di ingatan kita, pembangunan BCS mall mengakibatkan banjir disekitar lokasi karena ketidak mampuan jaringan utilitas yang ada , dan seharusnya hal itu bisa dikaji terlebih dahulu. Ujung-ujungnya masyarakat mulai berteriak dan baru pemerintah tergopoh-gopoh mensikapi sehingga cenderung hanya reaktif bukan proaktif.

Perlu dipertanyakan apakah proyek apartemen tersebut sudah mengantongi Ijin Fatwa Planologi dan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)? Karena pada saat ini lokasi proyek sudah terjadi aktifitas yakni pembuatan Struktur Pondasi Bored Pile. Tidak terdapatnya papan Plang yang mencantumkan No. IMB menimbulkan pertanyaan bagi public apakah proyek ini sudah mendapatkan ijin dari instansi yang berwenang?

Perlu diperjelas juga dengan konsultan perencana yang meng hadle proyek tersebut , apakah juga mempunyai SIBP ( Surat Ijin Bekerja Perencana ) untuk wilayah Batam sebagai salah satu persyaratan IMB? Apakah hanya terjadi peminjaman sertifikat SIBP? Padahal untuk proyek skala apartemen 26 lantai ini, pemegang SIBP akan mempunyai tanggung jawab besar terhadap semua hal yang berkaitan dengan teknis.( Baca juga Materi usulan forum Arsitek kepri dengan Dinas Tata Kota Batam di halaman blog ini)

Forum Komunikasi Arsitek Kepulauan Riau, sebagai salah satu pelaku pembangunan di Propinsi Kepri pada umumnya dan di Batam pada khususnya, meminta kepada pemerintah Kota Batam terutama instansi yang terkait untuk memberikan klarifikasi terhadap permasalahan tersebut.

Forum Komunikasi Arsitek Kepulauan Riau melihat bahwa dengan pertumbuhan kota yang sangat luar biasa , Kota Batam sudah waktunya mempunyai Dewan Penasehat Arsitektur Kota yang akan Memberikan keseimbangan terhadap beberapa lembaga instansi teknis terkait dengan pembangunan kota,di samping juga sebagai partner pemerintah dalam perumusan, pelaksanaan dan pengendalian pembangunan Kota Batam. Dewan Penasehat Kota merupakan sebuah lembaga independen yang dapat memberikan masukan dalam berbagai kebijakan tentang pembangunan kota.

FORUM KOMUNIKASI ARSITEK KEPULAUAN RIAU

Rabu, 19 Maret 2008

AGENDA FORUM BULAN MARET 2008

agak sedikit lama terjadi stagnasi pertemuan di foerum arsitek kita. Meski perbincangan secara informal terus mengalir dan bermuara pada kesepahaman. Posting tentang agenda forum yang akan disampaikan ke instansi terkait merupakan hasil pertemuan informaldan insindental, namun tetap merupakan buah dari pertemuan-pertemuan sebelumnya.

Agenda Bulan maret merupakan agenda silahturahmi dengan pengurus IAI Kepri dan sedang dicoba cari tempat yang representatif dan netral. Ajang ini lebih kita harapkan sebagai wadah 'alam-alaman'(versi kang igun) , atau media ' selahturahmi' (versi kang arif), atau apalah....Tetap dalam koridor 'jalan arsitek' sebagai mana 10 tahun pencarian Miyamoto Musashi untuk mencari apakah itu 'jalan pedang' (sebagai seorang samurai sejati).

segera apabila tempat dan agenda semakin jelas akan kami 'jemput' teman-teman untuk hadir dan bersama sama berbicara tentang 'jalan arsitek'

Forum arsitek Kepulauan Riau